MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA PADA ANAK (PARENTING TKIT PERMATA HATI BANJARNEGARA)


Orang Tua Harus Memfasilitasi Literasi Anak
Orang tua harus memfasilitasi anak agar cinta dengan budaya literasi. Salah satunya dengan menyediakan buku bacaan yang memadai di rumah. Setiap rumah hendaknya punya perpustakaan pribadi.
Hal itu diungkapkan oleh pegiat literasi Heni Purwono saat memberikan materi parenting untuk orang tua siswa KB IT dan TK IT Permata Hati Banjarnegara, Jumat (7/1/2022) di Banjarnegara.
Dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan itu, Heni mengungkapkan, selain menyediakan buku, orang tua juga menyediakan waktu untuk membacakan buku bagi anak usia dini.
“Literasi, membaca bukan hanya perintah kementerian, tapi juga perintah Allah. Ingat, ayat pertama Iqro, bacalah! Percuma ada buku kalau anak tidak dibacakan tapi malah diberi gawai atau orang tuanya sibuk dengan gawai. Karena gawai pasti akan lebih menarik bagi anak ketimbang buku. Maka salah satu cara menarik minat anak pada buku, jauhkan dulu HP dari anak” tandas Heni.
Jika anak sudah akrab dengan buku, tambah Heni, maka secara otomatis biasanya akan tumbuh kemampuan literasi anak yang lain yaitu menulis.
“Berdasar pengalaman pada anak saya, saya percaya kalau kemampuan membaca akan meningkatkan kemampuan menulis. Anak yang gemar membaca akan lebih banyak memiliki kosa kata, yang akan mempermudah pemahamannya terhadap informasi apapun yang diterima baik secara lisan maupun tulisan. Juga otomatis lebih mudah mengungkapkan sesuatu dengan cara tertulis” tambahnya.
Pentingnya literasi sejak dini juga diungkapkan oleh Kepala TKIT Permata Hati Banjarnegara Hartuti. Ia mengingatkan jika ke depan kemampuan literasi akan sangat dibutuhkan sejak dini.
“Nanti di kelas empat SD, anak sudah dihadapkan pada Asesmen Nasional yang basis utamanya adalah literasi. Maka kalau sejak dini anak tidak segera dibudayakan literasinya, akan sangat berat bagi anak sendiri untuk mengikuti pembelajaran. Maka butuh kerjasama antara sekolah dan orangtua dalam membudayakan literasi untuk anak” jelas Hartuti.
Salah satu peserta kegiatan parenting Triana mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi ajang berbagi tentang pengalaman membudayakan literasi di rumah.
“Ternyata memang betul, butuh kerjasama dan kekompakan pasangan dalam melaksanakan program literasi di rumah. Juga harus menyempatkan waktu untuk membacakan buku agar anak usia dini tertarik membaca” ujarnya.
Facebook Group Machine